DUDI atau Dunia Usaha Dunia Industri merupakan salah satu komponen penting dalam kemajuan di pendidikan kejuruan. Tanpa adanya DUDI, pendidikan kejuruan tentunya akan memiliki ketimpangan materi dengan yang ada pada dunia industri.  Maka dari itu, peran DUDI sangat penting untuk kemajuan dan perkembangan pendidikan kejuruan.

SMK Negeri 6 Semarang mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang difasilitasi oleh LP3 Universitas Negeri Semarang (Unnes). Keberadaan Unnes adalah pendamping SMK-PK dari unsur Perguruan Tinggi. Dan sebagai dosen pendamping adalah Dr. Ir. Basyirun, S.Pd, M.T, IPM, ASEAN Eng dan Willy Tirza Eden, M.Sc. Pada sesi hari pertama dengan perwakilan DUDI yaitu Bapak Noor Faiq, SM yang merupakan General Manager Hotel Grasia Semarang. Lalu, diperkuat materi mengenai entrepreneurship dengan narasumber Ibu Natalia Sari Pujiastuti, S.Psi., M.Si yang merupakan dosen kewirausahaan di Universitas Semarang (USM) dan owner dari Bebek Rempah.

“Peserta didik harus diperkuat softskill-nya sejak awal. Pengetahuan bakat, minat peserta didik juga harus diketahui. Kalau perlu saat penerimaan peserta didik baru ada wawancara, untuk meminimalisir ‘salah jurusan’. Selain itu, peserta didik juga harus memahami apa itu Hospitality Character Building karena ini sangat penting.” terang Bapak Noor Faiq, SM, General Manager Hotel Grasia Semarang.

Ketika peserta didik dianggap sudah memiliki softskill yang cukup, harapan selanjutnya adalah menanamkan mindset  entrepreneurship. Menanamkan jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship ini tidak bisa instan. Untuk memperkuat mindset entrepreneurship bisa dilakukan melalui mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan.

“Ada yang sudah tau, beda dari pedagang dengan pebisnis? Nah, pedagang adalah orang yang hanya menjual barang itu-itu saja dari tahun ke tahun, sedangkan untuk pebisnis ialah seseorang yang memiliki inovasi tinggi, dan tentunya tidak hanya menjual satu jenis produk. Harapannya siswa disini memiliki jiwa dan mindset pebisnis.” Terang Ibu Natalia Sari Pujiastuti, S.Psi., M.Si yang merupakan dosen kewirausahaan di Universitas Semarang (USM) dan owner dari Bebek Rempah.

Harapannya, dari adanya Focus Group Dicussion (FGD) dapat memacu semangat para guru dan peserta didik dalam pembelajaran, dan peserta didik merasa tertantang untuk mencoba dunia entrepreneurship, ungkap Dra. Almiati, M.Si selaku Kepala SMK Negeri 6 Semarang. Selain itu beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada perwakilan SMK imbas yang sudah turut hadir pada kegiatan FGD, dan berharap semoga SMK-SMK yang merupakan SMK imbas dari SMK Negeri 6 Semarang segera menjadi SMK-PK seperti SMK Mataram dan SMK Theresiana.