Dengan penuh haru seluruh civitas academy SMK Negeri 6 Semarang melaksanakan upacara dalam rangka Hari Guru Nasional (HGS) yang diperingati setiap tanggal 25 November oleh bangsa Indonesia. Pelaksanaan upacara HGS dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur sudah berperan sebagai pendidik untuk mencerdaskan anak bangsa. Ada yang berbeda dengan peringatan hari Guru Nasional tahun ini. Ya, kita masih memperingatinya ditengah pandemi Covid-19. Satu tahun yang lalu, tepatnya tahun 2020, Indonesia bahkan dunia khususnya para guru terpukul karena adanya pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 membuat kepala sekolah dan guru harus beradaptasi dengan teknologi dan memastikan strategi pembelajaran serta model pembelajaran yang digunakan dapat diterapkan di masa pandemi agar peserta didik tidak mengalami learning loss. Adapun cara untuk mengatasinya yaitu dengan melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pembelajaran jarak jauh adalah pembelajaran yang dilakukan secara luring dari rumah dan tidak terasa, pembelajara luring ini berjalan hampir satu tahun.

“Garis terdepan Sistem Pendidikan Indonesia adalah kepala sekolah dan guru. Peran kepala sekolah dan guru sangat strategis dan menjadi ujung tombak kemajuan pendidikan. Mulai dari penyederhanaan kurikulum yang diharapkan mampu mengakomodir kemampuan dan bakat setiap peserta didik.” terang Dra. Almiati, M.Si. Kepala SMK N 6 Semarang saat menyampaikan pidato Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia. “Untuk itu kami seluruh guru dan tenaga kependidikan SMK Negeri 6 Semarang berkomitmen untuk bergerak dengan hati, demi pulihkan pendidikan”, lanjutnya.

Apresiasi sebesar-besarnya untuk para guru yang sampai saat ini tetap bersemangat, terus berinovasi, dan tidak pantang menyerah. Serta tidak memandang sesulit apapun keadannya. Untuk seluruh guru dipenjuru negeri, terima kasih atas pengorbanan dan ketangguhannya dalam mencerdaskan anak bangsa.