Pemerintah Indonesia telah menetapkan “Perlindungan Anak” sebagai salah satu prioritas nasional. Adanya pencegahan kekerasan atau perundungan merupakan salah satu upaya perlindungan anak. Perundungan atau bullying adalah perilaku agresif yang biasa dilakukan seseorang dengan tujuan untuk merendahkan, mengucilkan, dan menyakiti kepada seseorang atau kelompok yang dianggap lebih lemah. Berdasarkan data dari PISA (Program Penilaian Pelajar Internasional) tahun 2018, bahwa 41% pelajar berusia 15 tahun di Indonesia pernah mengalami perundungan setidaknya beberapa kali dalam satu bulan.

SMK Negeri 6 Semarang yang merupakan salah satu SMK Pusat Keunggulan menjadi penggerak untuk melaksanakan kegiatan Program Roots Indonesia kepada agen perubahan tahun 2021 dan bertempat di Meeting Room SMK Negeri 6 Semarang. Program Roots adalah program pencegahan perundungan yang dikembangkan oleh UNICEF di tahun 2017-2020 bersama Pemerintah Indonesia, Universitas, serta berbagai praktisi. Tujuannya adalah memusatkan peran pelajar di sekolah sebagai “Agen Perubahan” untuk menyebarkan pesan dan perilaku baik di antara teman sebaya.

Sebanyak 30 siswa dipilih untuk menjadi agen perubahan, harapannya siswa terpilih ini dapat menanamkan nilai-nilai kebaikan dan anti-bullying di sekolah. Tidak hanya siswa, ada beberapa guru yang dipilih sebagai fasilitator. Tujuan dari adanya fasilitator adalah untuk mendampingi diskusi yang dilakukan bersama Agen Perubahan dalam pemberian materi Roots dan berperan untuk memfasilitasi siswa yang ingin melaporkan tindakan perundungan atau bullying  di sekolah.

Puncak dari kegiatan ini adalah Roots Day. Kegiatan ini diisi dengan pembacaan deklarasi Anti Perundungan dan diikuti seluruh warga sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, karyawan dan siswa. Setelah pembacaan dan pendandatanganan deklarasi anti perundungan selesai, dilanjutkan dengan pentas seni mulai dari pembacaan puisi, drama musikal, band dan fashion show yang ditampilkan oleh para agen perubahan. Kegiatan ini dilakukan secara luring dan disiarkan melalui live YouTube SMK Negeri 6 Semarang sehingga siswa yang berada di rumah tetap bisa mengikuti kegiatan Roots Day.

Mari kita ciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan menyenangkan, tidak ada yang namanya bullying terutama di lingkungan SMK Negeri 6 Semarang. Bullying tidak hanya fisik tapi juga bisa verbal, bahkan yang marak saat ini adalah cyber bullying. Saya berharap “para agen perubahan bisa menjadi penggerak kepada teman-temannya untuk mengedukasi dan mencegah aksi-aksi perundungan” terang Dra Almiati, M.Si kepala SMK Negeri 6 Semarang saat sambutan Roots Day.

Selanjutnya, Bapak Narta,S.Pd.,M.M selaku pendamping SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) di dalam sambutannya mengatakan, “Kenapa ini harus dideklarasikan? Karena budaya bullying atau perundungan harus diwaspadai, jika terjadi anak bisa menjadi depresi dan memiliki ketakutan tersendiri dan dapat menghilangkan semangat belajar siswa tersebut. Nah, melalui adanya agen perubahan ini semoga mampu mengikis budaya bullying dan dapat memberikan nilai positif yang tentunya berpengaruh untuk warga sekolah.”

Harapan untuk kedepannya, Agen perubahan terpilih dapat melaksanakan gerakan anti perundungan atau anti bullying di sekolah sehingga tercipta lingkungan yang nyaman dan bebas dari perundungan.

“STOP BULLYING. STAND UP, SPEAK OUT”